Friday, August 28, 2009

Perawatan transmisi Otomotif

Mengendarai mobil menggunakan transmisi otomatis (biasanya di sebut mobil "matic" ),memang mudah. Kita tak perlu menginjak pedal kopling yang membuat kaki kiri cepat lelah. Apalagi dalam kondisi macet, bisa dibayangkan betapa tersiksanya mengemudi dengan kaki yang pegal-pegal. Mobil bertransmisi otomotis tersebut memang bisa disebut solusi. Namun kita dituntut tetap perlu mengenal petunjuk mengemudikannya secara benar.

Kenalilah terlebih dahulu fungsi setiap huruf dan angka yang tertera di
tuas transmisi. Misalnya angka 1, digunakan ketika melewati tanjakan
tajam dan turunan curam sebagai engine brake. Angka 2, disarankan dipakai
ketika menghadapi jalan yang menanjak dan menurun tapi tidak terlalu curam. Sementara posisi D bisa digunakan dalam perjalanan dalam kota atau luar kota. Terakhir gunakan R untuk mundur.

Cepat atau tidaknya kerusakan pada transmisi otomatis tergantung dari
pemakaiannya sendiri. Mungkin saja berawal dari cara berkendara yang
kasar, ataupun kendaraan yang membawa beban lebih. Bila kendaraan
diperlakukan dengan benar dan memang seharusnya dirawat dengan baik, maka kecil kemungkinan transmisi akan mengalami kerusakan dengan sendirinya. Berikut tips yang bisa diaplikasikan
pemilik mobil bertransmisi otomatis

Sesuaikan pelumas yang digunakan dengan spesifikasi yang disyaratkan
pabrikan kendaraan tersebut. Biasanya kemasan pelumas khusus transmisi
ditandai dengan tulisan ATF (Automatic Transmission Fluid).

Periksa secara rutin tabung penyimpanan oli transmisi otomatis,
tidak boleh kekurangan ataupun kelebihan dengan melihat tanda minimal
dan maksimal. Bila kekurangan oli, berakibat transmisi kurang terlumasi
dengan baik, sehingga timbullah gesekan yang bisa menyebabkan
kerusakan. Bila kelebihan, biasanya akan timbul efek mobil akan terasa
berat dalam berakselerasi. Perhatikan dengan serius jadwal penggantian oli harus sesuai buku petunjuk. Biasanya penggantian oli dilakukan setiap 40.000 km, namun ada juga yang mengganti oli pada jangka waktu 20.000 km-30.000 km.

Pindahkan tuas transmisi ke posisi N apabila mobil berhenti di traffic light untuk mencegah keausan. Jangan menggunakan D sambil menginjak pedal
rem. Hal itu akan mempercepat keausan komponen yang berhubungan dengan sistem atau kerja transmisi otomatik. Pada saat memarkir kendaraan, injaklah pedal rem dan tarik rem tangan. Lalu pindahkan posisi tuas transmisi ke P agar roda terkunci aman, kemudian matikan mesin.

Bila terjadi kerusakan, harus diakui bahwa transmisi otomatis perawatannya
lebih sulit dibanding manual dan tidak semua bengkel bisa menanganinya. Jadi untuk lebih jelasnya lebih baik periksa langsung pada bengkel transmisi khusus yang menangani transmisi otomatis atau bengkel resmi ATPM.

Terakhir gunakan pelumas khusus transmisi otomatis berkualitas persembahan Pennzoil yakni ATF II E. Pelumas ini diformulasikan khusus
untuk memenuhi kebutuhan spesifikasi transmisi otomatis modern. ATF II E
memberikan perlindungan terhadap oksidasi temperatur tinggi yang lebih
baik, friksi pada perpindahan gigi yang lebih stabil, dan perlindungan
pada temperatur rendah yang sangat baik.

COMMENTS :




Don't Spam Here 1

(B)

Wawan said...
on 

Post a Comment

Bagi sobat-sobat silahkan comment disini, Insya Allah saya comment balik di blog anda dan Saya follow juga. Blog 7ASK adalah Blog Do Follow, Terimakasih atas kunjungan Anda..!

 

Copyright © 2008-2011 All Rights Reserved. Mobile View Powered by 7ASK / WAWAN ADIE and Distributed by Template

Facebook Twitter Mykaskus